Selasa, 24 Agustus 2010

Saat Itu ...




Tepat sebulan sebelum meninggalnya Rd. Aang Kusumaytna Kusumahdinta atau kang Ibing , tepatnya tanggal 19 Juli 2010 beliau sempat memberikan ceramah dalam acara memperingati Isra Mi'raj nabi besar Muhammad SAW 1431 H di kampung kabandungan hilir Desa Pasir Eurih Kec. Tamansari Kab. bogor.

Satu cita - cita yang baru terwujud setelah sekian lama, untuk mengundang beliau untuk dapat mengisi acara yang dilaksanakan di tempat kami.

merasa kehilangan , itulah kata yang dapat kami terucap atas kepergian komedian serba bisa tersebut.

selamat jalan kang ... terima kasih atas karya - karya nya !

Selamat Jalan Kang Ibing



Bandung - Serangan jantung mungkin menjadi penyakit paling mematikan. Penyakit ini pula yang merenggut Raden Aang Kusmayatna Kusumahdinata alias Kang Ibing (64), budayawan dan seniman besar Jawa Barat.

Kamis malam (19/8) bertepatan dengan 9 Ramadhan 1431 Hijriyah, serangan jantung telah membuat atma Kang Ibing terpisah dari raganya.

Tokoh seni kelahiran Kabupaten Sumedang 20 Juni 1946 yang beberapa tahun terakhir ini kerap berdakwah terjatuh setelah bergegas turun dari mobil dan ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil di rumahnya di Bandung, sekembalinya dari rumahnya di Sumedang.

Serangan jantung yang ditandai sesak dada, pusing, dan terjatuh, membuat pemeran tokoh Kabayan ini tak sadarkan diri hingga dinyatakan wafat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Al-Islam Bandung sekitar pukul 20.30 WIB.

"Bapak baru pulang dari Sumedang. Sehabis memarkirkan mobilnya di garasi ia kemudian buang air. Namun setelah itu mengeluh, sesak dan pusing bahkan sampai muntah. Persis di depan kandang domba, ia jatuh dan pingsan," kata Mega Kusmananda, putra keduanya.

Gangguan jantung memang telah diderita oleh Kang Ibing sejak 15 tahun lalu.

Namun, tutur Mega, ayahnya tidak pernah mengeluh bahkan ayahnya merasa sehat-sehat saja.

"Ngapain, penyakit kok dipikirin," ucap Mega menirukan mendiang ayahnya.

Ketika menyelenggarakan resepsi pernikahan anak sulungnya, Dikdik Kusmandika pada 7 Agustus, Kang Ibing sempat merasa dadanya sesak, namun itu pun tak mempengaruhi aktivitasnya sehari-hari hingga ajak menjemput. "Innalillahi wa inna illahi ro`jiun".

Kabar kepergian Kang Ibing spontan menjadi pusat perhatian termasuk Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang sedang melaksanakan umrah.

"Kang Ibing merupakan sosok seniman serba bisa dan konsisten. Jabar kehilangan atas kepergiannya," kata Gubernur Heryawan melalui sambungan telepon dari Jeddah Arab Saudi.

Begitu pula dari sahabat dan rekan mainnya di grup lawak D`Kabayan, Aom Kusman, yang terhenyak mendengar kabar bahwa sahabat lamanya itu telah pergi meninggalkan alam fana ini.

Mereka menyatakan duka cita yang aman mendalam termasuk banyak pelayat yang berdatangan ke rumah duka di Kompleks Marga Wangi, kawasan Buahbatu, Bandung.

Bagi Gubernur, figur Kang Ibing telah mampu menampilkan seni budaya Sunda lebih maju dan dikenal luas.

"Cara Kang Ibing menyajikan seni dan budaya Sunda menjadikan kesenian Sunda lebih terkenal dan dikenal luas, tidak hanya di lingkup Jabar, tapi juga secara nasional dan mancanegara," katanya.

Kang Ibing menurut Heryawan dikenal dengan gaya bodor alias jenaka khas Sunda bahkan dengan gayanya itu, Kang Ibing berhasil menyampaikan pesan moral dan pembangunan kepada masyarakat.

"Hal itu pula kesan yang membekas pada diri saya, kontribusinya cukup besar dalam mengisi pembangunan di Jawa Barat. Siapapun pasti akan kehilangan atas kepergiannya," kata Gubernur menambahkan.

Kepergian pelawak Kang Ibing tak terlalu lama berselang dengan kepergian rekan seprofesinya Yan Asmi alias Uyan dan Abah Us Us yang lebih dahulu menghadap Sang Pencipta.

Kang Ibing meninggalkan seorang istri Nieke Wahyuni dan tiga putra-putri Dikdik Kusmandika, Mega Kusmananda, dan Diane Fatmawati.

Dalam perjalanan karirnya, Kang Ibing identik dengan tokoh legendaris cerita rakyat tanah Sunda, Kabayan.

Selain dikenal sebagai pelawak, alumnus Jurusan Sastra Rusia Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran ini juga dikenal lewat debut film yang dibintanginya, "Si Kabayan" pada tahun 1975 setelah beberapa tampil di panggung lawak termasuk mengisi acara di televisi.

Kemudian ia membintangi sejumlah film lain seperti "Ateng The Godfather", "Bang Kojak", "Si Kabayan dan Gadis Kota", "Boss Carmad"

"Komar Si Glen Kemon Mudik", "Warisan Terlarang", dan "Di Sana Senang Di Sini Senang".

Seniman Didi Petet juga sempat memerankan tokoh Kabayan dalam sejumlah film yang dibintanginya sehingga Didi juga dikenal sebagai penerus peran yang dimainkan Kang Ibing.

Mundur dari dunia hiburan, Kang Ibing sejak beberapa tahun terakhir ini dikenal sebagai da`i atau juru dakwah.

Para penggemarnya senantiasa setia mengikuti kegiatan dakwah bahkan salah satu ceramah Kang Ibing ditampilkan dalam jejaring sosial Facebook dan Youtube.

Ia menampilkan dakwah dengan gaya jenaka yang mengundang tawa namun tak menghilangkan esensi ajaran agama yang disampaikannya.

Yang menjadi ciri khas dari dakwah Kang Ibing adalah selalu mengajak umat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

"Selalu bersyukur dan menggunakan kenikmatan untuk beribadah ke Allah," kata Kang Ibing dalam berbagai kesempatan dakwahnya.

Hal itu menunjukkan bahwa Kang Ibing selalu mengajak pada hidup yang selalu berpikiran positif dan tidak berkeluh kesah meskipun dalam hidup pasti ada cobaan.

Kang Ibing semasa hidupnya juga bercita-cita mendirikan sebuah pondok pesantren di kampung halamannya di Cimalaka, Sumedang.

Namun pondok pesantren itu belum sempat didirikan hingga ia menyatu dengan bumi di pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang, pada Jumat 2O Agustus 2010.

Selamat jalan Kang Ibing ...

Sabtu, 26 Juni 2010

Tinggal kenangan



akhirnya ... kini tiada lagi aktivitas berjualan seperti biasa ditempat ini , pasar yang ditempati bertahun - tahun dan menjadi kebanggaan warga jasinga ini kini tiada lagi. setelah pemerintah Kabupaten Bogor memindahkan pasar tradisional ini, entahlah mau dijadikan apa kedepannya yang jelas semua sudah " TINGGAL KENANGAN " alias sudah berakhir. Kontra tentang pemindahan pasar ini santer terdengar dari celotehan para pedagang, alasannya beragam mulai dari tempat yang kurang strategis dan takut tida ramai seperti pasar lama, tapi apa boleh buat rakyat hanya bisa menerima kebijakan Pemerintah. apapun itu semoga pasar baru bisa menjadi lebih baik untuk warga jasinga kedepannya.

Jumat, 28 Mei 2010

Perjalanan Iwan Fals

dengarkan ...
suara iwan fals

Menikmati karya-karya Iwan Fals ibarat meniti perjalanan hidup yang sarat rona. Antara yang baik dan buruk, yang sedih dan yang bahagia, yang tragis dan komedi. Silih berganti.

Iwan Fals ibarat berita. Kita bisa membaca, menyimak, dan mendengarkan kabar apa saja di balik lagu-lagu yang dilantunkannya. Iwan menuturkan sekaligus menggugat. Suara Iwan Fals adalah suara rakyat yang terpinggirkan. Bukan sesuatu yang hiperbolik jika suara Iwan Fals adalah refleksi zaman dari berbagai sekat dan dimensi kehidupan. Simak saja lagu tentang buruh yang terkena PHK:

Pesangon yang engkau kantongi
Tak cukup redakan gundah
Tajam pisau kepalan tangan
Antarkan kau ke pintu penjara

Kaum marginal memang merasa terwakili dengan sederet kata-kata yang dibungkus Iwan dalam melodi yang gundah, sarat amarah tapi mudah dicerna dan disenandungkan. Seorang guru pun merasa terwakili dalam sudut pandang Iwan.

Oemar Bakrie banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie, profesor, dokter, insinyur pun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie seperti dikebiri

Juga tentang betapa masygulnya nasib kaum papa yang dianggap sebelah mata dalam 'Ambulance Zig Zag':

Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi

Iwan memang berani bertutur lantang. Bahkan itu dilakukannya di zaman rezim Soeharto yang represif. Pencekalan demi pencekalan akrab menyapa sosok yang dilahirkan 3 September 1961 dengan nama lengkap Virgiawan Listanto Harsoyo dari pasangan Harsoyo dan Lies Suudijah. Ayahnya seorang kolonel. Tapi, Iwan tetap tak bergeming, tak pula merasa gentar. Dia tetap bersaksi, tetap menggurat gugat.

Iwan menuding kebobrokan dan ketidakbecusan pemerintah dalam bidang transportasi. Misalnya, tentang musibah Kapal Tampomas II di perairan Masalembo karena mendayagunakan kapal bekas pada lagu 'Celoteh Camar Tolol dan Cemar':

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas

Juga tentang musibah kereta api yang selalu ada dalam catatan muram bangsa ini:

Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi cacat dalam sejarah
Air mata, air mata
Berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja?

Atau cukup hanya belasungkawa?
Aku bosan

Kata dan kalimat yang digores Iwan memang lugas, gamblang, dan menohok. Mungkin hanya sosok Iwan-lah yang mampu menjewer penguasa yang duduk dalam singgasana pemerintahan. Salah satunya adalah yang tercetus dalam lagu 'Wakil Rakyat':

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan ridur waktu sidang soal rakyat.

Tapi, terkadang Iwan masih memperlihatkan sisi yang santun dengan bermetafora melalui idiom fabel seperti pada lagu 'Belalang Tua':

Kutulis syair tentang hati yang khawatir
Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan belalang tua
Yang tak kenyang kenyang

Tak pelak lagi Iwan Fals adalah pemusik protes negeri ini seperti halnya Bob Dylan --pemusik protes Amerika-- yang ternyata adalah sosok yang digemarinya. Walaupun lagu-lagu Iwan cenderung memasuki wilayah politik, tapi toh Iwan malah menegaskan: tak ingin bermain di wilayah politik. Banyak sudah partai politik yang ingin menjamah sosok bersahaja ini sebagai ikon politik. Iwan tetap konsisten sebagai pemusik.

Iwan Fals memulai karier musiknya sebagai pengamen. Di tahun 1978 bersama Toto Gunarto dan Helmy, Iwan membentuk kelompok musik humor Amburadul yang ikut mendukung empat album musik humor yang digagas oleh Lembaga Humor Indonesia-nya Arwah Setiawan.

Memasuki tahun 1980 mulailah Iwan bersolo karier ketika diajak bergabung oleh Musica Studios dengan merilis album Sarjana Muda dengan musik yang digarap oleh Willy Soemantri. Album ini bisa dianggap sebagai cetak biru karya-karya Iwan Fals kelak. Dalam album ini Iwan menulis lagu dengan semangat gugat yang terkadang disusupi anasir humor serta lagu bertema asmara. Artinya, Iwan tak hanya mengandalkan lagu bertema protes sosial, tapi juga menampilkan sisi romantis. Sesuatu yang lumrah dan sangat manusiawi.

Neraca tema yang imbang seperti ini pada akhirnya membuat ruang geraknya menjadi lebih leluasa. Iwan Fals bisa menjangkau kalangan mana pun. Atas bisa, bawah pun bisa. Meskipun pada kenyataannya lelaki yang rambutnya telah memutih ini lebih cenderung menjadi juru bicara kaum marginal yang terpinggirkan.

Untuk lagu bertema protes, Iwan telah menghasilkan sederet repertoar yang komprehensif mulai dari 'Oemar Bakrie', 'Galang Rambu Anarki', 'Ambulance Zig Zag', 'Sugali', 'Sore Tugu Pancoran', '1910', 'Ada Lagi Yang Mati', hingga ketika bergabung dengan berbagai kelompok seperti Swami, Kantata Takwa, Dalbo, Kantata Samsara, menghasilkan lagu-lagu seperti 'Bento' atau 'Bongkar' yang seolah menjadi anthem kaum tertindas.

Namun, kesejukan toh masih berembus dari kerongkongannya lewat lagu-lagu bernuansa romantik seperti 'Yang Terlupakan', 'Mata Indah Bola Pingpong', 'Antara Kau, Aku, dan Bekas Pacarmu'. Di antaranya, Iwan malah menyanyikan lagu karya orang lain seperti 'Kemesraan' (Franky Sahilatua), 'Jangan Tutup Dirimu' (Bagoes AA), 'Kumenanti Seorang Kekasih' (Yoesyono), 'Aku Bukan Pilihan' (Pongky Jikustik), hingga 'Ijinkan Aku Menyayangimu' (Rieka Roslan).

Menikmati karya-karya Iwan Fals ibarat meniti perjalanan hidup yang sarat rona. Antara yang baik dan buruk, yang sedih dan yang bahagia, yang tragis dan komedi. Silih berganti.

Dan, dengarkan...! Iwan pun melengkapinya dengan semburat optimisme:

Indah pagi ini, nada sumbang enyahlah kau Biarkan kami
Semoga akan tetap abadi
Pagi ini, pagi esok
Esok hari, hari nanti

Selasa, 20 April 2010

Keseimbangan - Iwan Fals


Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.

Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu 'lama' dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.

Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass - yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.

Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)... lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.

Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..

Rekomendasi saya pribadi tentang album ini... Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.

Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.

Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren..... Benar-benar seimbang.... (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P)

Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN

1. Suhu (lirik Subur Raharja)
2. Ya Allah Kami
3. Hutanku (lirik MS Kaban)
4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma'mun)
5. Tanam Siram Tanam
6. Ayolah Mulai
7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)
8. ^O^
9. Sepak Bola
10. Kuda Coklatku
11. Jendral Tua
12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)

Malahayati

Lirik: Endang Moerdopo
Lagu: Iwan Fals

Ketika semua tangan terpaku didagu
Ragu untuk memulai segala yang baru
Lirih terdengar suara ibu
Memanggil jiwa untuk maju

Dari tanahmu hei Aceh
Lahir perempuan perkasa
Bukan hanya untuk dikenang
Tapi dia panglima laksamana jaya
Memanggil kembali untuk berjuang

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri

Tinggal kubur kini hening sepi menanti
Langkah langkah baru tunas pengganti
Hei Inong Nanggroe bangkitlah berdiri
Ditanganmu kini jiwa anak negeri

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri

Jendral Tua

Jendral tua foto ditengah keluarga
Tersenyum dingin memandang kamera
Istrinya mati, anak dan adiknya dipenjara
Apa jadinya dan apa isi hatinya

Jendral tua masih tampan dan perkasa
Tersebar kabar banyak yang jatuh cinta
Oh medan laga, menganga minta digoda
Oh kuru setra, pada perang saudara

Jendral tua bererot jasa didadanya
Menagih janji pada ibu pertiwi
Mungkinkah ia seorang prajurit sejati
Kalaulah iya, wah sungguh celaka

Jendral tua legenda hidup nyata
Ahli strategi jago sudah teruji
Melahap sepi, didalam kamarnya sendiri
Masihkah ia, tergoda oleh dunia

Jendral tua semoga kuat imanmu
Tetaplah begitu dan tetap disitu
Cahaya itu, ingatkan aku pada bapakku
Tetap begitu, tetap di pertapaan sucimu

(bait dibawah ini ditambahkan setelah "Jendral Tua" wafat)

Jendral tua kini tinggal cerita
Diperut Lawu rumah abadimu
Janjikan madu, dan racun bagi anak cucumu
Bagai sembilu, perihkan tulang sumsumku
Tinggalkan soal, yang rumit bagi para begundal
Semoga saja, yang ditinggal tak jadi sundal
Sundal...!

Kuda Cokelatku

(Iwan Fals - 2008)

Di atas punggungmu pasrahkan diri
Berlari menembus hari
Kupercaya hidup bernilai
Untuk saling melayani

Temanku… kuda coklatku
Aku butuh kaupun butuh aku
Temanku… kuat tubuhmu
Matamu ramah menyapa setiap orang

Hidup memang sementara
Tapi karya selamanya
Yo berpacu mengisi waktu
Meraih cita-cita

Temanku… kuda besiku
Panas dan hujan bukan halangan
Temanku… seperjalanan
Menjawab pertanyaan yang panjang

Bersama angin mendekap ingin
Tidak berlebih tidak berkurang
Walau terkadang masuk kelubang
Lubang jalanan aah, memang sialan!

Temanku… kuda coklatku
Aku butuh kaupun butuh aku
Kuda coklatku… kuda besiku
Temani aku diperjalanan

Temanku… kuda coklatku
Menjawab pertanyaan yang panjang
Kuda coklatku… kuda besiku
Panas dan hujan bukan halangan

Temanku… kuda coklatku
Ayo berlari sepanjang musim
Kuda coklatku… kuda besiku
Matamu ramah menyapa setiap orang

^O^

Iwan Fals (Keseimbangan 2010)

Dari gunung ke gunung
Menembus kabut kembali ke jurang
Melewati hutan pinus, melewati jalan setapak
Mendengarkan gesekan daun dan burung-burung
Menikmati aroma tanah dan segarnya udara
Jauh dari kebingungan sehari-hari

Aku dapat lepas teriak
Aku dapat bebas bergerak
Sambil menghangatkan tubuh pada api unggun
Lalu bersyukur atas semua ini
Ternyata masih ada tempat untuk kita berbicara
Walau lewat mata

Senangnya hati tak bisa aku gambarkan
Apabila pagi datang menjelang
Dingin yang menembus tenda daging dan tulang
Perlahan tapi pasti mulai menghilang

Kita menari menyanyi sesuka hati
Lidah sang api memanggil-manggil ILLAHI
ALLAH MAHA BESAR... ALLAH YANG TERBESAR

Dalam lingkaran diatas rumput yang damai
Mencari diri merambah sampai ke akar
Kalau berjumpa seringkali menghangatkan
Bagaikan cermin jernih yang tak ternoda

Kasihku.. ooo...
Bila saja kau disampingku
Kasihku... ooo...
Bila saja kau didekatku
Pasti akan kupeluk kamu
Dan kuucapkan
Selamat pagi sayang

Sepak Bola

Iwan Fals

Main bola adalah permainan tim
Bukan main sendiri atau asik sendiri
Memang dibutuhkan pemain yang cerdas
Cerdas membaca permainan kawan maupun lawan

Diluar keberuntungan dan kejutan
Kerja sama yang kompak menjadi mutlak
Nafsu mencetak gol biasanya merusak
Main saja yang wajar jangan lupa oper-operan

Soal postur bukan jaminan
Buktinya Maradona bintang lapangan
Keberanian bergerak gesit bertindak
Membuka peluang sabar menjaga lawan

Didalam sepak bola emosi pribadi harus ditekan
Taat pada pelatih tak terpengaruh penonton
Walaupun sakit harus patuh pada wasit
Wasit sakit sepak bola menjerit

Didalam pertandingan pemain yang menentukan
Setelah habis-habisan waktu latihan
Soal menang kalah memang menegangkan
Tapi ketenangan bermain jangan disepelekan

Depan, tengah, belakang dan penjaga gawang
Main tak beres dibangku cadangkan
(Main tak beres jadi cadangan)
Mandi keringat sabunnya uang
Kalau mampu mengalahkan lawan

Dari kaki ke kaki bola bergulir
Ditingkahi sempritan dan teriakan penonton
Papan sponsor dipinggir lapangan
Dimana tempat para wartawan parkir

Sepak bola olahraga dunia
Tempat belajar berjiwa besar
Nama bangsa jadi terbawa
Kalau juara dikompetisi akbar

Main bola adalah siasat
Boleh curang asal wasit tak lihat
Kalau kamu takut kualat
Main bola bukan olahraga yang tepat

Sama-sama menyerang sama-sama bertahan
Bola satu jadi rebutan
Pemain gila penonton gila
Gila bola dua kali empat lima

Kerja sama yang mutlak adalah mutlak
(Kerjasama adalah mutlak)
Jangan main kalau tidak punya otak
Emosi harus di tekan
Kalah menang pemain yang menentukan

Seorang wasit tak boleh curang
Mau curang jadi saja pemain
Jadi pelatih jangan pilih kasih
Apalagi penuh dengan perasaan pamrih
(Apalagi dengan penuh pamrih)

Sama-sama menyerang sama-sama bertahan
Bola satu jadi rebutan
(Bola satu dikejar-kejar)
Pemain gila penonton gila
(Gila bola merajalela)
(Pengamat gila, sponsor gila)
Gila bola dua kali empat lima

Aku Menyayangimu

Lirik: KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Lagu: Iwan Fals

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau sewenang wenang kepada manusia
Aku akan menentangmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau memerangi manusia
Aku akan mengutukmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan
Aku akan melawanmu
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Ayolah Mulai

Kita satu daratan, kita satu lautan, kita satu udara
Kita satu kebutuhan
Utara, selatan, timur dan barat adalah arah
Kenapa bumi harus dipecah? Kenapa langit dibelah-belah?
Harus ada yang menyatukan, harus ada kesadaran tuk bersatu
Hidup ini sementara, kenapa mesti saling menyakiti

Dari kebudayaan bisa saja kita berbeda
Dari agama dan warna kulit bisa juga berbeda
Seharusnya perbedaan ini tak membuat jadi berbeda
Kenyataan sudah membuktikan soal kita sama

Bahwa ada yang bilang kita ini turunan monyet
Turunan dewa, turunan setan sekalipun
Buatku bukan menjadi alasan untuk bermusuhan
Apalagi saling membunuh

Karena ulah sendiri kita terancam dari mana-mana
Karena ulah kita sendiri kita menderita
Kalau perang bukan penyelesaian kenapa tidak berdamai saja
Kenapa kita tidak bisa saling percaya

Sekarang juga kita harus mulai
Tak ada istilah terlambat untuk mulai
Mulai dari diri kita sendiri
Biarkan cahayanya membangunkan orang yang tidur

Memang bukan hal yang mudah untuk mulai
Tetapi kita harus mulai
Selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup
Ayolah kita mulai
Ayolah kita mulai

Tanam Siram Tanam

Tanam tanam tanam kita menanam
Tanam pohon kehidupan
Kita tanam masa depan

Tanam tanam tanam kita menanam
Jangan lupa disiram
Yang sudah kita tanam

Siram siram siram yo kita siram
Apa yang kita tanam
Ya mesti kita siram

Tanam tanam pohon kehidupan
Siram siram sirami dengan sayang
Tanam tanam tanam masa depan
Benalu benalu kita bersihkan

Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon
Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar
Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun
Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan

Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam ... oi
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam

Pohon Untuk Kehidupan

Lirik : Muh Ma'mun
Lagu : Iwan Fals


Hari baru telah datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak berhenti

Bukalah hatimu
Rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang

Satukan hati
Tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan

Dihatiku ada pohon
Dihatimu ada pohon
Pohon untuk kehidupan

Tentram dan damai
Hidup rukun saling percaya
Hijau rindang sekitar kita

Andai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan ditunda
Terus tanam jangan berhenti

Alam lestari
Hidup tak bakal berhenti

Suhu

Lagu: Iwan Fals
Syair: Alm. Subur Raharja dari PGB (beliau adalah sesepuh/suhu perguruan Bangau Putih, sebuah perguruan silat di daerah Bogor)

Kekerasan ada batasnya
Keluwesan tak ada batasnya
Tak ada kuda-kuda yang tak bisa dijatuhkan
Karena itu geseran lebih utama

Keunggulan geseran terletak pada keseimbangan
Rahasia keseimbangan adalah kewajaran
Wajar itu kosong

Membentur dapat diukur
Menempel sukar dikira
Mundur satu langkah maju delapan langkah
Kosong dan isi bergantian
Menuruti keadaan

Hutanku

Lirik: H.MS Kaban, SE Msi
Lagu: Iwan Fals (Keseimbangan 2010)

Hutan ditebang kering kerontang
Hutan ditebang banjir datang
Hutan ditebang penyakit meradang
Hutan-hutanku hilang anak negeri bernasib malang
Hutan-hutanku hilang bangsa ini tenggelam

Adakah engkau tahu ini adalah hukuman
Adakah engkau tahu ini adalah peringatan
Adakah engkau tahu ini adalah ancaman
Adakah engkau tahu ini adalah ujian Tuhan

Sadar dan sadarlah hei anak negeri
Sadar dan sadarlah hei para pemimpin
Hentikan, hentikan
Hentikan semua duka ini

Kembalikan kesuburan negeri ini
Kembalikan keindahan hutanku
Kembalikan ketenangan bangsa ini
Kembalikan, kembalikan hutanku
Biarkan, biarkan hutanku bangkit lagi

Ya Allah Kami

Iwan Fals (Keseimbangan 2010)

Ya Allah ya Tuhan kami
Tolonglah tolong
Ya Allah ya Robbi
Engkau-lah yang paling mengerti

Pikiran dan hati ini gelisah
Menimbang masa depan dengan gamang
Sungguh hati ini tak tenang
Sungguh kami takut, ya Allah

Lindungi kami, ya Robbi
Lindungi negeri ini
Berilah kemudahan
Jauhkan kemungkaran
Berilah kecerahan
Bagi masa yang gelap ini, ya Allah

Hanya pada-Mu lah kami memohon (Hanya pada-Mu lah)
Wahai pemilik segala Nama
Maha dari segala maha
Sumber dari segala sumber

Ya Allah, kabulkanlah
Kabulkanlah doa kami

Selasa, 16 Februari 2010

Siang Di Sebuah Terminal Usang




Hangatnya matahari
Membakar tapak kaki
Siang itu disebuah terminal
Yang tak rapi

Wajah pejalan kaki
Kusut mengutuk hari
Jari jari kekar kondektur
Genit goda daki

Dari sebelah warung
Sebuah WC umum
Irama melayu terdengar
Akrab mengalun

Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin

Bocah kurus tak berbaju
Yang tak kenal bapaknya
Tajam matamu
Liar mencari mangsa

Ramai para pedagang
Datang tawarkan barang
Ratap pengemis
Bak meriam dalam perang

Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin
Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin

Aku datangi kamu lewat lagu
(Kudatangi lewat lagu)
Kudatangi kamu
Langitku masih biru

Nyanyian duka nyanyian suka
Tarian duka tarian suka
Apakah ada bedanya?

Sabtu, 13 Februari 2010

Lounching Album Baru Iwan Fals

KONSER LAUNCHING ALBUM BARU IWAN FALS
"KESEIMBANGAN"

Hari/tanggal : Sabtu, 20 Februari 2010
Jam: 19.30 WIB
Tempat : Panggung KITA
Leuwinanggung 19 - Cimanggis/Depok
HTM : Rp.50.000,-

(Live di TV ONE)

source: iwanfals.co.id

Minggu, 24 Januari 2010

Seren Taun - Kampung Budaya Sindangbarang -


Mesti hujan mengguyur tak menghalangi antusias warga sindang barang pasir eurih untuk menyaksikan acara seren taun. kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di Kampung Budaya Sindangbarang ini memang selalu di hadiri warga masyrakat sindang barang dan sekitarnya.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini berlangsung cukup meriah . Dan pada acara puncaknya pada hari minggu tanggal 17 januari ini di penuhi wagra masyarakat dari berbaagai kalangan masyarakat sindangbarang dan sekitarnya yang tak mau melawatkan acara yang digelar setahun sekali di kampung budaya sindang barang ini.

Acara semakin meriah dengan adanya pertunjukan seni sunda yang ditampilkan dari berbagai daerah jawa barat .

Album baru " keseimbangan "


ALBUM BARU IWAN FALS 'KESEIMBANGAN'
Dapatkan lebih dari 10 lagu Iwan Fals dalam album terbarunya
K E S E I M B A N G A N
Suhu | Pohon Untuk Kehidupan | Ya Allah Kami | dan lain-lain
CD Rp 50,000 - Kaset Rp 25,000
(belum termasuk biaya kirim)

IKUTI CARA PEMESANAN:

A. Kirim info pesanan Anda melalui:
1. E-mail: order@iwanfals.co.id
2. SMS: 0813 980 55 110
3. Hotline (jam kerja): 021 845 5329, 0813 980 55 110
4. Facsimile: 021 845 5330
5. Datang langsung ke Tiga Rambu (Ds. Leuwinanggung No. 19 Cimanggis - Depok), hubungi Titin/Eneng

B. Sebutkan:
1. Nama pemesan;
2. Jumlah pesanan;
3. No. telepon yang bisa dihubungi;
4. Alamat pengiriman.

C. Minta KODE PESAN. Tanpa KODE PESAN, pesanan Anda tidak dapat diproses.

D. Lakukan pembayaran TUNAI ketika memesan, atau transfer ke:

PT. TIGA RAMBU
BANK MANDIRI
KK Time Square Cibubur
Rekening no: 129-00-0613314-0

E. Kirim bukti transfer ke fax 021 8455330, sertakan Kode Pesan Anda.

F. Pengiriman:
• Pengiriman pesanan mulai tanggal 22 Februari 2010.
• Pesanan dikirim setelah pembayaran diterima atau bukti transfer diterima.
• Lama pengiriman sesuai jarak kota.
• Biaya pengiriman sesuai harga resmi perusahaan ekspedisi yang ditunjuk oleh PT Tiga Rambu.


INFO LEBIH LANJUT, hubungi:
021 8455329 (jam kerja) | manajemen@iwanfals.co.id

Peminat menjadi distributor/reseller hubungi Titin di 021 8455329 (jam kerja)
-UNTUK SEMENTARA TIDAK DIJUAL DI TOKO CD/KASET-

Jumat, 08 Januari 2010

slide



Senin, 04 Januari 2010

album baru " keseimbangan "


[BERITA] Hujan mulai membasahi kawasan Leuwinanggung tempat berlangsung konser bulanan Iwan Fals. Namun penonton yang menyesaki konser ”Terakhir” Iwan Fals di tahun 2009 di Leuwinanggung tetap memadati panggung yang sore itu dihiasi dengan ornamen warna cokelat. Terasa begitu teduh, seperti menjadi warna selamat datang kepada tuan rumah yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji pada 17 Desember 2009 lalu.

Adalah Ipang (BIP) dan Be3 sore itu menjadi bintang tamu bulanan Iwan Fals yang memang selalu menghadirkan kejutan berupa bintang tamu yang tak diinformasikan terlebih dahulu. Sebelumnya ada Ian Antono, Tere, Tipe-X, Sherina, Peterpan, Dewi Sandra, Glen Fredly, dan Slank yang menjadi bintang tamu konser bulanan.

Sore itu seperti yang dijanjikan memang banyak memberikan kejutan. Kejutan bahwa Iwan Fals sudah bertitel Haji sore itu adalah salah satunya. Saya yang sempat diminta keatas panggung untuk memberikan secara simbolis langsung ke Iwan Fals beberapa piagam dari lagu Iwan Fals yang masuk daftar Rolling Stone 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa melihat sosoknya terlihat sehat dengan rambut tercukur rapi. Iwan juga sempat bercerita sejenak tentang pengalaman naik haji. Termasuk sebelum membawakan lagu ”Adzan Subuh Masih Di Telinga.” Menurut Iwan. “Lagu ini pula yang mendorong saya untuk naik Haji… ketika lihat Ka’bah… wah!”

Lagu ”Besar dan Kecil” yang bercerita tentang perseteruan Buaya vs Cicak yang diciptakan Iwan Fals di tahun 1992, jauh sebelum balada Cicak Vs Buaya di tahun 2009 mengemuka menjadi lagu pembuka konser yang bertema ”Keseimbangan.”

Namun kejutan yang luar biasa tentunya adalah adanya album baru Iwan Fals. Iwan Fals di atas panggung di Leuwinanggung dihadapan sekitar 1000 penggemarnya yang memadati konser bulanan menegaskan bahwa album barunya akan segera dirilis pada 15 Januari 2010. Dan berita besar bagi Industri musik di Indonesia album baru Iwan Fals yang rencananya berjudul Keseimbangan ini hanya dapat dipesan via website Iwan Fals, www.iwanfals.co.id. Inilah kejutan pada musik Indonesia. Iwan Fals meninggalkan zona nyaman sebagai artis. Lepas dari label rekaman besar dan berniat mempromosikan album barunya lewat cara mereka sendiri. Strategi yang sebelumnya sudah ditempuh oleh Slank, Naif, dan Gigi.

Iwan Fals menjelaskan hal tersebut saat mengenalkan jajaran tim dari manajemen Tiga Rambu yang terdiri dari Yos (istri Iwan Fals) , Cikal (anak Iwan Fals), Titin, Kresnowati, dan Silla serta beberapa nama lagi yang tidak bisa disebut satu-persatu. Adalah Kresnowati orang yang selama ini kerap menjadi MC di acara-acara konser Iwan Fals dan termasuk orang lama di OI yang juga memberikan info akan adanya album baru ini.

Kejelasan informasi akan album baru tanpa dirilis oleh label manapun itu itu makin diperkuat saat saya bertemu langsung dengan Yos (istri dan manajer Iwan Fals) ketika Iwan Fals sedang memberikan keterangan pers setelah acara konser bulanan minggu sore itu berakhir. ”Musica label lama dan Falcon Music sebuah label baru mau membantu mengedarkan album baru Iwan Fals ini, namun kami mau mencoba rilis dengan cara kami sendiri dulu,” kata Yos dengan tersenyum penuh makna.

Sore itu di Leuwinanggung memang terlihat sosok Indrawati Widjaja atau akrab disapa Acin datang menyaksikan konser terakhir Iwan Fals di tahun 2009. Bekas bos Iwan Fals tersebut rupanya ingin melihat secara langsung aksi Iwan Fals yang selama ini belum terlaksana karena selalu terbentur masalah jadwal. ”Akhirnya bisa hadir juga ke Leuwinanggung,” katanya. Beberapa undangan termasuk Tere, Alexa, Cholil Efek Rumah Kaca terlihat diantara penonton. ”Doakan saja supaya saya tidak malas rekaman, jadi mulai tangga 15 Januari 2010 sudah bisa bisa dipesan album baru saya,” kata Iwan Fals yang menutup konser bulanan dengan lagu ”Mata Dewa” berkolaborasi dengan Ipang dan Be3. [oleh: Adib Hidayat/source: rollingstone.co.id] ***